BAB 38 - Luka Kanika ~

1485 Words

Waktu berjalan pelan, mata Kanika perlahan terbuka. Sinar matahari pagi menembus celah gorden, menciptakan garis-garis keemasan di lantai dan menyilaukan pandangannya. Kepalanya terasa pusing, dan tubuhnya begitu lemas, seolah semua tenaganya terkuras habis. Ia mencoba menggerakkan tangan, tapi selang infus yang menempel di punggung tangannya terasa dingin dan kaku. Kesadaran akan situasi kembali menusuknya, ia berada di rumah sakit. ​Kanika menoleh ke samping. Pandangannya menyapu sekeliling, mencari sosok yang seharusnya berada di sana. Tapi, tidak ada siapa-siapa. Tidak ada Zidan. Kursi di samping ranjang kosong, meja kecil di sudut ruangan pun hanya berisi vas bunga plastik dan segelas air putih. Sebuah senyum getir terukir di bibirnya. Pukul sepuluh pagi. Seharusnya Zidan sudah tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD