52. Jangan Putus!

1514 Words

Sore ini, Adi mengajak Dara untuk ke rumah papa Dara. Dara meremas tangan Adi yang terus menggenggam tangannya saat mereka masuk di kawasan rumah Ari. Dara masih merasa kesal dengan papanya yang ikut merekam dirinya bersama Adi, tapi yang dikatakan Adi memang benar. Kadang kita berada di posisi memaafkan dan kadang pula yang berada di posisi dimaafkan.  Adi memencet bel rumah Ari, tidak berapa lama Suster Aya-lah yang membukakan pintu. Dara makin meremas tangan Mas Adi dengan erat. Gadis itu tampak canggung saat memasuki rumah papanya. Dulu papanya jarang pulang ke rumah saat dia kecil, ternyata papanya membangun kebahagiaan di rumah ini.  Di rumah papanya banyak foto-foto papanya dan Arifta saat Arifta kecil. Arifta lah yang merebut sosok ayah dari Dara. Harusnya papanya hanya milik Dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD