Bab 37

1183 Words

Farah bangun lebih awal keesokan paginya, meskipun tidur semalamnya terpotong beberapa kali oleh suara langkah pelayan dan ketukan pintu samar. Ia menatap langit-langit kamarnya sebentar, mencoba menenangkan pikirannya sebelum memulai hari. Hari ini harus berbeda. Ia harus lebih waspada, lebih terkontrol, dan tetap menjalankan perannya sebagai Sarah. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Kamar mandi terasa sejuk saat ia masuk, uap air mandi semalam masih tersisa di cermin. Farah menatap bayangan dirinya, menarik napas dalam-dalam. Ia masih merasa canggung dalam tubuh ini, dalam peran ini. Namun hari ini ia harus lebih kuat. Setelah selesai mandi, ia membuka lemari dan mulai mencari gaun yang cocok untuk sarapan. Tangannya menyentuh kain lembut beberapa kali, memperhatikan warna dan bentuknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD