Para Serigala

2266 Words

″Kita sampai.″ Semua tempat dipenuhi dengan bunga beraneka warna. Taman surga. Tentu saja, apa yang bisa Melisa harapkan? Dunia yang sempurna untuk menghabiskan waktu selamanya. Tempat, di mana udara yang dihirup terasa sejuk dan menyegarkan jiwa. Air mengalir dari celah bebatuan menuruni bongkahan batu hitam mengilap dan berakhir di celuk kecil yang mengitari taman surga. Sejauh mata memandang, nampak pepohonan dengan warna-warna indah. Kuning keemasan, merah muda, dan tentu saja hijau yang meneduhkan. Melisa dan Rayan mulai menapaki jalan dengan susunan batu asimetris. ″Aneh,″ kata Melisa. ″Kenapa di sini damai sekali?″ Apa yang dikatakan Melisa memang benar adanya. Kontras dengan suasana yang menyambutnya di awal yang di d******i oleh darah, tempat ini terlihat damai. Tenang, seol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD