Melakukan perjalan melalui portal sangatlah tidak baik untuk kesehatan Melisa. Di dalam portal, seperti tidak ada ruang dan waktu. Hanya lorong hampa dengan kilatan warna yang berputar-putar. Kadang cerah, kadang suram. Melisa merasa ada beberapa bagian organ dalam tubuhnya yang berpindah tempat. ″Emm ... maaf. Tapi tak seharusnya kami melihat, ehem, adegan, yah ... kau tahu sendiri, bukan?″ sindir seorang fairy berambut cokelat. Kedua mata emasnya nampak penasaran dengan cengkeraman lengan Rufus di pinggang Melisa. Rufus memberikan tatapan jengkel. ″Aku tidak melakukan apa pun yang melanggar norma kesantunan.″ Setelah membela diri, akhirnya Rufus melepaskan lengannya dari Melisa. Melisa ragu batasan kesantunan Rufus bisa dijadikan indikator moral. Dia curiga, Rufus sengaja melakukan

