Raksasa Batu

3010 Words

″Selena, dia ada di sini?″ kata Rayan dengan suara bergetar. ″Lama tak jumpa. Pria yang bernasib sama denganku.″ Bibir Rayan terkatup rapat. Wajahnya memucat. Kedua matanya menatap lurus. Seakan memahami pandangan Rayan, si ular mulai menjulurkan lidah. ″Tidakkah kau ingin berjumpa denganku?″ Tepat di atas kepala si ular, muncullah Selena. Dia nampak duduk santai dengan posisi anggun. ″Dia,″ katanya sambil mengelus puncak kepala ular. ″Sudah lama berjaga sendirian di sini.″ Selena melirik Melisa. Meskipun sebenarnya dia hanya duduk manis di atas kepala ular, Melisa merasa Selena terlihat lebih beracun daripada si ular. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang berucap. Rufus nampak waspada. Tak jauh dari mereka, Aron terpekur memperhatikan kemunculan Selena. Suasana tegang menyeb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD