Naya Pratiwi, seorang desainer muda berbakat, mendirikan butik kecil dengan mimpi besar. Namun, mimpinya hancur ketika koleksi terbarunya dicuri dan dijiplak oleh salah satu perusahaan mode terbesar.
Presdir perusahaan tersebut, Rey Pratama, sosok yang dingin dan berkuasa, menawarkan solusi yang memuakkan: ganti rugi satu miliar rupiah dengan syarat Naya harus mengakui dirinya yang mencuri desain tersebut. Reputasi butiknya dipertaruhkan. Naya menolak keras. Perseteruan sengit antara desainer kecil yang miskin dengan konglomerat kaya pun tak terhindarkan.
Keteguhan dan keberanian Naya dalam mempertahankan integritasnya justru menarik perhatian Rey. Dari medan perang bisnis, tak disangka benih-benih cinta mulai tumbuh.
Namun, Naya memanggul beban masa lalu yang gelap. Trauma mendalam atas kisah tragis ibunya yang viral, seorang pela*cur yang terbunuh saat menjajakan tubuhnya, sejak itulah predikat ‘anak pela*cur’ membuatnya berhenti mengejar cinta. Ia bahkan harus memutus cinta pertamanya dengan kejam demi menjaga kehormatan keluarga kekasihnya.
Rey, dengan segala kegigihannya, berhasil meruntuhkan pertahanan Naya, dan keduanya pun bersatu dalam pernikahan. Saat mereka mulai membangun kebahagiaan, sebuah kebenaran kelam terkuak: Naya adalah mantan pacar yang menyebabkan adik kandung Rey mati bunuh diri.
Mampukah cinta mereka bertahan ketika fondasi pernikahan mereka berdiri di atas rahasia yang berlumuran darah dan penyesalan masa lalu?
Zee ingin membalas dendam setelah dicampakkan. Jonathan ingin melarikan diri dari pengkhianatan kekasihnya. Mereka bertemu di gym, dipertemukan oleh malam kelam yang kabur dalam ingatan.
Dari kebutuhan yang sama, mereka sepakat berpura-pura menjadi kekasih. Sebuah sandiwara yang justru menumbuhkan cinta tulus.
Namun, di balik kenyamanan itu, tersembunyi sebuah tragedi. Ayah kandung Zee adalah sopir truk yang menyebabkan kecelakaan fatal, merenggut nyawa ibu Jonathan.
Saat kebenaran merobek hati mereka hingga berkeping-keping, Jonathan memilih lari. Tetapi takdir kembali mempertemukan mereka di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk masa lalu.
"Peringatan: Cerita ini adalah karya fiksi. Meskipun menggunakan latar peristiwa sosial dan politik di era 1998 sebagai inspirasi, semua tokoh, dialog, dan detail spesifik peristiwa penculikan adalah rekaan belaka. Apabila Anda menemukan kemiripan dengan individu atau kejadian nyata, itu adalah kebetulan. Novel ini tidak bertujuan merepresentasikan, memvalidasi, atau menuduh kejadian historis yang sesungguhnya."
*****
Mayor (Inf) Satria Wiratama, dendam membawanya masuk ke dunia militer, cinta membuatnya goyah, dan kebenaran menghancurkan segalanya.
Mayor Satria tumbuh dengan luka masa lalu: ayahnya diculik, ibunya tewas, hanya liontin yang tersisa. Kini, misi baru menyeretnya menjadi pengawal Alya—putri jenderal yang ia yakini sebagai dalang tragedi keluarganya.
Namun ketika hati mulai terikat, satria harus menculik Alya untuk dijadikan tawanan agar sang Jenderal mau mengungkap kebenaran di masa lalu.
Di ujung jalan, Satria harus mengambil keputusan pahit: menyelamatkan Alya atau membiarkan dendam menelannya bulat-bulat. Namun setiap pilihan menuntut harga; karier, nama, bahkan masa depannya.
Hidupnya hanyalah obsesi, rencana, dan dendam ... sampai Ayu datang dan meruntuhkan semuanya
Jonathan Hanggono tumbuh dalam bayang-bayang ambisi dan persaingan. Sejak kecil, ia dipupuk oleh obsesi sang ibu untuk menjadi pewaris utama perusahaan ayahnya. Hidupnya dijalani dengan keteguhan dingin: berprestasi di luar negeri, kembali sebagai penerus keluarga, dan bertunangan dengan Jessica-putri rekan bisnis ayahnya-demi posisi strategis di perusahaan. Semua berjalan sesuai rencana, teratur, dan sempurna.
Namun, kehadiran Ayu Permata-gadis polos dari kampung yang tinggal di rumah pelayan-perlahan meruntuhkan bangunan ambisi itu. Ayu yang sederhana dan penuh ketulusan justru menghadirkan gejolak yang tak pernah Jonathan bayangkan.
Di sisi lain, Raka Hanggono-saudara tiri yang sejak lama menjadi rival Jonathan dalam perebutan kasih sayang ayah-menemukan ketenangan hatinya pada Ayu. Berbeda dengan Jonathan yang menyembunyikan perasaannya di balik sikap dingin, Raka dengan terang-terangan memperjuangkan gadis itu.
Persaingan yang awalnya tentang kuasa dan warisan kini berubah menjadi perebutan hati seorang gadis. Ayu menjadi titik pusar pertarungan dua dunia: obsesi dan ketulusan, ambisi dan cinta.
Bagi Jonathan, pertanyaan terbesar mulai menghantui:
Apakah perasaannya pada Ayu benar-benar cinta... atau hanya bagian dari obsesi lamanya-ingin merebut segalanya dari Raka, termasuk kebahagiaan?