Mari Berbuat DosaDiperbarui pada Jun 22, 2026, 21:36
Reina Sachikirani (35) sudah terlalu lama jadi perempuan baik-baik, taat, lurus, tidak pernah melawan bahkan untuk keluarga yang tak pernah menganggap dirinya.
****
Yoga melirik sekali lagi. Kali ini agak lebih lama. "Hmm, terus lo cari apa di sini?"
Reina memutar gelas kosong di meja, lalu menatap ke yoga beberapa saat sebelum akhirnya menjawab. "Dosa."
Yoga menatapnya, seperti mendengar jawaban yang aneh. Dan tentu saja memang aneh mencari dosa? Untuk apa?
"Dosa?" tanya Yoga.
Reina menoleh padanya, tersenyum tipis. "Yap, katanya dosa itu nikmat, kan? Jadi malam ini, gue mau cobain. Siapa tahu emang enak. Muak jadi orang baik."
Yoga menggeleng, terkekeh kecil. "Aneh."
"Apa yang aneh?"
Yoga tidak menjawa, tapi ia tak lagi menatap ke arah bar. Tatapannya kini fokus pada wajah Reina. Pria itu terlihat jelas sedang mengamati, dan membaca sebenarnya apa yang ada dalam pikiran Reina.
Reina menyandarkan tubuhnya santai, kakinya menyilang, belahan dress-nya naik sedikit memperlihatkan paha putihnya. Ia tidak peduli. Ia bahkan seolah menantang.
"Mau nemenin?" Tanya Reina pelan, tapi tegas.
Yoga mengangkat gelasnya. Menyeruput sisa minumannya. Lalu meletakkan gelas itu pelan di meja. "Lo yakin mau main-main dengan dosa sama gue?" tanya Yoga dingin.
Reina tersenyum lalu mengangguk. "Yap, malam ini gue mau berbuat dosa, sama lo."
Yoga diam, meyakinkan dirinya menatap Reina. "Yakin?"
Reina mendekatkan wajahnya, menatap kedua manik mata Yoga dengan yakin. "Yes, yakin banget, mari berbuat dosa hmm?"