Langit mendung sejak pagi, seakan tahu akan ada hati yang runtuh hari ini. Di depan gedung pengadilan keluarga yang besar dan megah, mobil-mobil mewah mulai berdatangan. Di antara mereka, sebuah mobil BMW hitam mengilap berhenti tepat di pelataran. Dari dalam, Vincent keluar dengan setelan jas abu-abu yang rapi, wajahnya keras dan penuh ketegasan. Di sisi lain, Sophia turun dari mobil lain, mengenakan dress formal berwarna biru pucat. Wajahnya terlihat lelah, mata sembab bekas menangis semalaman. Tangan kecilnya bergetar memeluk map berisi dokumen-dokumen pribadinya. Meski hatinya hancur, Sophia masih bertekad untuk mempertahankan rumah tangganya—meski itu berarti harus berjuang sendirian. Di ruang sidang, suasana begitu tegang. Para petugas pengadilan berseliweran, mengetik, membisikk