Bab 70

708 Kata

Langkah Sophia terasa ringan, meski wajahnya masih pucat dan tubuhnya lelah setelah menangis sepanjang malam. Setelah kembali dari danau sore kemarin, dia mengurung diri di kamar, merenung tanpa suara. Dunia rasanya menolaknya dari segala penjuru, namun entah dari mana, semangat untuk terus bertahan menyala kembali. Sebuah keyakinan tumbuh dalam hati Sophia—dia tidak akan melepaskan Vincent semudah itu. Siang itu, Sophia pergi ke minimarket kecil di dekat perumahan tempat tinggalnya. Dia berpura-pura membeli kebutuhan rumah tangga, menenteng keranjang kecil dan berjalan pelan di lorong-lorong sepi yang dipenuhi rak berisi makanan ringan, sabun cuci, dan barang-barang kebutuhan lainnya. Tapi fokusnya bukan di sana. Tatapannya berhenti pada satu rak di ujung lorong. Di sana, berjajar bebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN