Pelukan itu begitu erat. Tubuh Sophia menggigil di dalam dekapan Vincent yang masih berdiri kaku, dingin, dan tak bergeming. Air matanya mengalir deras membasahi d**a pria itu. Tangisannya pecah. Sesenggukan. Nafasnya tersendat, sementara kedua tangannya mencengkeram kuat pakaian Vincent, seolah jika ia melepaskannya sekarang, segalanya akan benar-benar hancur tanpa harapan lagi. "Jangan tinggalkan aku, Vincent… aku mohon… aku mohon…," isaknya berulang-ulang, tubuhnya mengguncang dalam pelukan yang sepihak. Namun Vincent hanya diam. Tidak ada balasan pelukan. Tidak ada tangan yang menenangkan. Ia hanya berdiri dengan rahang terkunci dan sorot mata dingin, memandang ke arah dinding rumah yang sudah terlalu sering menjadi saksi pertengkaran mereka. Setelah beberapa saat, Vincent akhirnya