Bab 69

1117 Kata

Suasana kafe sore itu begitu tenang dan menenangkan. Lampu-lampu berwarna kuning lembut menggantung di langit-langit kayu, menghadirkan suasana hangat khas Jepang. Aroma teh hijau dan wangi kayu manis bercampur dengan suara musik instrumental tradisional yang mengalun pelan. Di sudut paling tenang dari kafe itu, duduklah seorang pria dengan jas hitam rapi, tangan menggenggam cangkir kopi hitam yang belum ia sentuh. Vincent. Matanya menatap ke luar jendela, ke arah taman kecil yang dipenuhi pohon sakura artifisial yang mulai berjatuhan helai-helai merah mudanya oleh hembusan pendingin ruangan. Di dalam dirinya, ada badai. Pergulatan batin yang semakin hari semakin menggerogoti ketenangannya. Tapi hari ini dia ingin menyelesaikannya. Setidaknya, mencoba. Pintu kafe terbuka. Langkah kaki y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN