PoV Raka "Kamu masih ingat apa yang kita bicarakan beberapa hari lalu?" Selira mengangguk. “Kita harus lebih hati-hati," ucapku serius. "Karena sekarang mereka melibatkan Arsa." Arsa tiba-tiba berdiri dari sofa. “Mama… Arsa mau mandi.” Kulihat sSelira mengangguk. “Mandi sendiri dulu ya.” Anak itu berjalan ke kamar dengan langkah kecil, meninggalkan kami berdua di ruang tamu. Begitu pintu kamar tertutup, Selira langsung menatapku. “Jujur padaku.” Aku menatapnya balik. “Apakah ini karena aku?” Aku menghela napas panjang. “Kemungkinan besar… iya.” Wajah Selira berubah. “Mereka masih mengincarku.” Aku tidak menyangkal. “Ada kemungkinan jaringan itu belum selesai.” Selira menggigit bibirnya. Istriku sudah bebas dari tuduhan itu. Pengadilan sudah memutuskan dia tidak bersalah. Kas

