PoV Selira Pukul tiga sore biasanya menjadi waktu paling sibuk di minimarket tempatku bekerja. Orang-orang pulang kantor mulai berdatangan. Ada yang membeli minuman dingin, ada yang sekadar mengambil camilan sebelum pulang ke rumah. Mesin kasir berbunyi hampir tanpa jeda. Aku berdiri di belakang meja kasir, memindai beberapa barang milik seorang pelanggan. "Totalnya dua puluh delapan ribu, Kak," kataku sambil tersenyum tipis. Pekerjaan ini sederhana. Tapi sejak semua dimulai lagi dari awal, aku belajar mensyukurinya. Yang penting aku bisa hidup tenang. Arsa sekolah sampai sore ikut daycare. Setelah jam pelajaran selesai, dia tetap berada di sana sampai aku menjemputnya sepulang kerja. Rutinitas itu membuat hidupku stabil. Aku sedang memasukkan uang kembalian ke tangan pelanggan keti

