Dalam Satu Tarikan Napas

958 Kata

POV Selira “Sah?” Suara itu terdengar jelas di ruangan sederhana yang dipenuhi aroma bunga melati. Aku menahan napas. “Sah.” Jawaban para saksi terdengar hampir bersamaan, tegas dan mantap. Dan dalam satu tarikan napas yang terasa lebih panjang dari seluruh hidupku, aku kembali menjadi istri Raka. Tanganku gemetar di atas pangkuan. Kebaya putih yang kupakai terasa hangat di kulit. Bukan karena gerah, tapi karena perasaan yang terlalu penuh untuk dijelaskan. Ini bukan gedung megah, bukan ballroom hotel berbintang. Hanya aula kecil di KUA, dihias sederhana dengan kain putih dan rangkaian bunga segar yang Bu Rini bantu siapkan sejak pagi. Namun justru di tempat sesederhana ini, aku merasa jauh lebih utuh. *** Aku anak yatim piatu. Sejak kecil aku tahu tidak ada tangan ayah yang akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN