PoV Selira Aku duduk di kursi ruang tunggu gedung BNN dengan kedua tangan saling menggenggam di pangkuan. Ruangannya sangat tenang. Dinding putih, lampu terang, dan udara dingin dari pendingin ruangan membuat tempat ini terasa seperti rumah sakit. Bersih, rapi, tapi juga membuat perasaanku semakin tidak nyaman. Di sampingku, Raka berdiri bersandar di dinding dengan kedua tangan terlipat di d**a. Tatapannya tenang, tapi aku tahu dia sedang memperhatikan setiap orang yang lewat di koridor. Sejak kami datang, dia hampir tidak pernah menjauh dariku. Arsa tidak ikut. Pagi tadi kami meninggalkannya di apartemen. Dua orang dari tim Bagas berjaga di sana. Raka bahkan sudah beberapa kali menelpon untuk memastikan keadaan aman. "Setelah kamu masuk ruang penyidikan, aku akan balik ke apartemen,

