Telepon di Tengah Malam

1159 Kata

PoV Selira Perjalanan pulang terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Aku duduk di samping Raka sambil menatap jalan yang melintas di balik kaca jendela. Lampu-lampu kota mulai menyala, tapi entah kenapa semuanya terasa lebih gelap. Sejak keluar dari gedung BNN tadi, pikiranku tidak berhenti berputar. Wajah-wajah di layar laptop itu. Orang-orang yang mungkin terlibat dalam jaringan besar. Dan satu wajah yang terus muncul di hampir setiap foto. Seorang pengusaha yang selama ini dikenal baik oleh masyarakat. Namanya sering muncul di berita lokal. Dia dikenal sebagai orang yang murah hati. Setiap bulan Ramadhan, pengusaha itu membagikan sembako ke beberapa kampung. Dia juga pernah membangun mushola kecil di dekat pelabuhan dan membantu memperbaiki jalan di desa nelayan. Orang-orang ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN