PoV Raka Aku tidak pernah menyangka, hari ketika aku mulai benar-benar mencari kebenaran justru menjadi hari ketika seluruh duniaku runtuh... pelan-pelan, tanpa suara, tanpa peringatan. Malam itu aku masih duduk sendiri di kantor. Lampu neon di langit-langit menyala dingin. Menciptakan bayangan tajam di permukaan meja kaca yang penuh berkas. Udara terasa pengap, meski pendingin ruangan bekerja maksimal. Jam dinding sudah melewati tengah malam, tetapi aku tak juga beranjak. Kepalaku penuh, pikiranku berisik, dan satu nama terus berputar tanpa henti di benakku. Selira. Aku membuka kembali map cokelat yang sejak sore tadi tak lepas dari tanganku. Berkas perkara itu terlalu rapi. Terlalu bersih. Tidak ada kekacauan, tidak ada kesalahan kecil yang biasanya selalu muncul dalam kasus peng

