PoV Raka “Apa maksud kamu datang membawa kabar seperti ini di depan keluarga besar?” Suara Mama terdengar lebih tajam dari biasanya. Ruang tamu rumah besar itu mendadak hening. Sendok berhenti berdenting, gelas berhenti diangkat. Semua mata beralih kepadaku. Aku berdiri di tengah ruangan, masih mengenakan kemeja putih yang sengaja kupilih rapi hari ini. Seolah dengan kerapian itu aku bisa mengurangi ledakan yang sudah kuprediksi sejak melangkah masuk tadi. “Aku sengaja menyampaikannya sekarang,” jawabku tenang. “Karena kalian semua ada di sini.” Mama berdiri dari kursinya. Wajahnya tegang. Garis-garis halus di sudut matanya semakin dalam saat beliau menatapku. “Kabar apa?” tanya salah satu om dari sudut ruangan. Suaranya penuh selidik. Aku menarik napas panjang. “Aku akan menikahi

