13. Curi-curi Pandang

1268 Kata

“Makasih, Rum,” ucap Zalima saat Arumi memberikan handuk dan es batu yang didapatnya dari Abimana. Jujur saja, dia sempat lupa pada sahabatnya itu karena panik, tapi untungnya Arumi cukup peka memahami situasi. “Sama-sama, Za. Kalau gitu, gue tunggu di bawah sambil minum-minum, ya.” “Sendirian? Jangan! Nanti lo digangguin kayak gue.” Zalima menahan tangan Arumi yang hendak berbalik pergi, wajahnya menunjukkan kekhawatiran. “Maaf, gue nggak bertanggung jawab banget padahal gue yang ngajak lo ke sini. Harusnya sekarang kita seru-seruan, bukanny—” “Jangan lebay, deh. Ada temennya Kak Praja, kok. Dia bakal nemenin gue sampai lo berdua turun.” Bersamaan itu senyum tipis Arumi muncul, berusaha menenangkan Zalima. “Cepet gih, kompres tangannya Kak Praja. Dia udah kesakitan tuh.” Spontan dia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN