BAB 56

1212 Kata

Ruangan kecil dan pengap itu menjadi saksi bisu ketika ayah dan anak akhirnya bertemu kembali setelah berbulan-bulan terpisah. Tangis mereka pecah, menumpahkan segala kerinduan yang selama ini terpendam. Pelukan erat di antara jeruji penjara seakan berusaha menutup luka panjang yang tak pernah mereka bayangkan harus dialami di tempat seburuk ini. Tak ada yang menyangka, reuni yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berlangsung di balik dinding dingin penjara. Nasib manusia memang tak bisa ditebak—kadang kejam, kadang begitu ironis. Meski begitu, momen itu tetap berharga, sebab dalam kesedihan pun mereka menemukan kembali arti keluarga. “Papa, sehat nggak? Makan bagaimana? Kenapa tambah kurus?” Natalia bertanya sambíl bercucuran air mata. Sebastian menggeleng sambíl memeluk anaknya. “Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN