Alejandro mengangguk, membenarkan ucapan Natalia dan melanjutkan memberikan informasi yang ia ketahui. “Awalnya beliau ditahan di kota yang ada di Pulau Anai, tapi sudah dipindah ke kota sebelah.” “Kota Intan?” “Benar, sudah dipindah ke kota Intan dari beberapa harí lalu.” Natalia menggígit bibír. “Bagaímana caranya aku bisa datang dan bicara dengan Papa?” Alejandro mengerjap. “Aku sudah mendapatkan kontak sipir penjara. Dia orang yang sangat ambisius dalam perkara ini. Mengerti kalau orang yang ingin kita temui sangat terkenal dan kaya raya. Karena itu, kamu harus siapkan uang yang banyak, Natalia. Kamu bisa?” Natalia mengangguk. “Tentu saja aku bisa. Awalnya aku ingin meminta bantuan pada Menteri Dalam Negeri lalu teringat kalau tidak ada kontak beliau. Aku sudah berusaha menghubu

