“Apakah tadi kita ketahuan?” “Ehm, menurutku tidak. Kita tidak melakukan hal yang mencurigakan, bukan?” “Tidak, Sayang. Semua aman. Oh, kenapa mulutmu enak sekali? Teruskan, Sayang.” Seorang laki-laki duduk di kursi pengemudi, matanya sesekali melirik ke jalan tol yang lengang. Mobil melaju pelan, stabil, seolah mengikuti irama napas yang mulai berat. Di sampingnya, seorang perempuan menunduk, sibuk dengan sesuatu yang membuat tubuh laki-laki itu menegang dan tangannya menggenggam setir lebih erat. Mereka tidak berbicara. Hanya suara mesin dan desahan pelan yang memenuhi ruang sempit kabin. Jendela tertutup rapat, menyimpan panas yang perlahan naik bersama senja yang turun. Langit di luar mulai gelap, lampu-lampu jalan menyala satu per satu, menciptakan bayangan yang bergerak di wajah

