Bab 42. Borong Mainan

1226 Kata

Cahaya putih terang menyinari setiap sudut toko mainan itu, memantul di rak-rak berisi robot, boneka, mainan edukatif, hingga kendaraan miniatur yang berjajar rapi dalam kemasan mengilap. Lantunan lagu anak-anak terdengar pelan dari speaker tersembunyi di langit-langit. Bau kardus baru dan plastik mainan bercampur dengan wangi sabun pembersih lantai yang masih menyisa. “Ian au ini ... dan itu uga ... lucu ya, Om.” Suara bocah tiga tahun itu begitu antusias, jari telunjuknya menempel di kaca etalase berisi mobil-mobilan bermesin baterai. Adnan berjongkok di samping Ian. Matanya mengikuti arah tunjuk bocah itu. “Kamu suka yang mana, Nak?” Ian menggigit bibir bawahnya, matanya terus berpindah dari satu mobil ke robot, lalu ke satu set kereta api mini. Ia tampak bimbang. “Ian ... cuka cemua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN