Bab 41. Adnan Semakin Curiga

1119 Kata

Rasa penasarannya semakin mendorong pandangan mata Adnan ke sosok suami Yanna, yang ia ketahui sebagai ayahnya Ian. Ia perhatikan dalam persekian detik, lalu kembali menatap Ian. “Mereka tidak mirip,” batinnya berkata. Selang kemudian, Yanna kembali datang membawa susv botol untuk Ian. Lagi-lagi, Adnan melirik wajah Yanna. Matanya menyipit untuk memastikan kembali apa yang ia lihat. “Kenapa Ian juga tidak mirip dengan Yanna. Bukannya ... katanya Ian anak Yanna dengan suaminya,” batin Adnan makin penasaran. “Ian, ayo sama Bunda dulu. Sudah waktunya mimi cucu. Om-nya juga mau balik ke kantor,” ajak Yanna sembari mengulurkan kedua tangannya. Ian menggeleng, tapi tangannya langsung mengambil botol susunya, dan menyandarkan kepalanya ke dadaa Adnan. Tubuhnya agak direbahkan, dan botol susu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN