Oma Widya menatap dalam cucu kesayangannya dengan hati yang berkata, “apakah Adnan telah menyadarinya, kalau Ian adalah anaknya?” “Katakan Oma, apakah Oma menyembunyikan sesuatu padaku selama ini?” Adnan kembali bertanya dengan tatapan penasarannya. Wanita tua itu mengangkat bahunya dengan menengadahkan kedua tangannya. “Apa yang Oma sembunyikan, Adnan. Lihatlah?” Adnan mengusap wajahnya dengan gusar. “Cukup Oma, jangan bercanda denganku. Aku pun akan mencari jawabannya sendiri.” Oma Widya tersenyum sembari menyentuh lengan Adnan untuk duduk kembali. “Tenanglah, sebaiknya kita duduk kembali. Dan, ceritakan apa maksud kamu itu, Ad.” Dengan lembutnya Oma berkata, padahal pikiran Adnan sedang berkecamuk, ingin menyusul mantan istrinya yang sudah dibawa om-nya. “Tidak enak dengan teman ar