Bab 45. Gagal Bertemu Dukun

1221 Kata

Udara menjelang sore di kawasan pelosok itu terasa lengket dan lembap. Pepohonan bambu di belakang rumah reyot itu bergoyang ditiup angin, menimbulkan suara gesekan yang menyerupai bisikan lirih. Di teras rumah kayu yang lapuk dan berlumut itu, seorang wanita setengah baya duduk bersila, mengunyah sirih di antara giginya yang kecokelatan. “Maaf, Mbak Priscilla. Mbah Tuminim sedang dalam perjalanan spiritual. Sudah seminggu ini belum pulang. Kami juga nggak tahu pasti kapan beliau balik,” kata wanita itu, anak sulung Mbah Tuminim, dengan suara datar dan pandangan kosong ke halaman. “APA?” Priscilla berdiri dan mengibas-ngibaskan gaun mahalnya yang jelas tidak cocok dengan suasana sekitar. Debu dari lantai tanah mengotori tumit sepatu wedges-nya. Emma, yang berdiri di belakangnya, terlih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN