Bab 46. Adnan Galau

1629 Kata

“Adnan yang menelepon?” tanya Darius saat Indira mematikan ponselnya tanpa berkata lagi. “Ya,” jawab Indira singkat. Darius terkekeh pelan. “Cemburu tak beralasan dengan om-nya sendiri. Jelas-jelas dia yang telah menyia-nyiakanmu dari dulu.” Indira tersenyum pahit, sembari merangkaikan kata untuk menjawabnya. “Ian adalah anakmu dengan Adnan, kan? Saya sudah mengetahui dari Oma,” lanjut kata Darius. “Mmm ... iya, Mas.” Indira sudah tak bisa menggelaknya kembali. Darius kembali menyesap teh hangatnya, lalu menatap lamat-lamat wanita di hadapannya. “Bekerja di perusahaan opa, menjauhlah dari Adnan. Ini demi keselamatan kamu dan Ian sendiri.” “Sebenarnya, saya juga ada niatan untuk resign dan mencari pekerjaan baru, Mas. Tapi Mas Adnan selalu saja menahan saya beberapa hari ini.” “Ya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN