Bab 47. Ian, Ini Papa

1224 Kata

Keesokan hari, Adnan tidak menginap di rumah Oma-nya, demi menjaga emosi untuk tidak marah dengan Darius—Omnya. Ia memilih kembali menginap di hotel bersama Regan. Semalaman itu pula ia tak bisa tidur, berulang kali menatap fotonya bersama Ian. Dan, akhirnya pagi-pagi ia datang ke rumah Indira, tapi sebelumnya ia membeli begitu banyak makanan untuk putra dan mantan istrinya, sampai Regan tercengang melihatnya. Udara pagi masih basah oleh sisa hujan semalam. Jalanan kecil di pinggiran Surabaya itu sepi, hanya sesekali suara motor lewat memecah hening. Sebuah mobil hitam berhenti pelan di depan sebuah rumah sederhana, dengan pagar besi kecil yang mulai berkarat. Tanaman pot tersusun seadanya di sudut teras, dan tirai lusuh menutupi jendela kaca yang buram. Adnan turun dari mobil, membawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN