Bab 59

1965 Kata

Bagaimana kalau pada akhirnya aku tetap ingin kamu? Kalimat itu seperti gema yang tak pernah menemukan ujung. Ia berputar-putar di kepala Alifa, menyusup di sela-sela pikirannya yang sudah rapuh, menggelitik perasaan yang selama ini ia jaga mati-matian. Setiap kali ia mencoba mengusirnya, kalimat itu justru kembali dengan kekuatan yang lebih tajam—menggerogoti pertahanan yang perlahan mulai runtuh. Alifa duduk sendiri di sofa, sementara Adrian berada beberapa langkah darinya. Televisi masih menyala, menampilkan adegan film yang tak lagi ia pahami alurnya. Cahaya dari layar memantul di wajahnya, menegaskan garis lelah yang sejak tadi ia sembunyikan di balik senyum tipis. Ia masih menyukai Adrian. Kenyataan itu ia akui dalam diam, tanpa saksi. Ia simpan rapi di sudut hati yang tak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN