Bab 60

2280 Kata

“Wajah lo kusut banget..” Andri menatap penuh selidik, menghampiri Adrian yang duduk sendiri di sudut kantin rumah sakit, tengah menikmati—atau lebih tepatnya memaksa—semangkuk mie bakso dengan kuah merah menyala. Sendok Adrian terhenti di udara. Uap panas mengepul, tapi wajahnya dingin, mata sayu seperti kurang tidur berhari-hari. “Bilang aja kalau mau ngatain,” sahutnya datar, lalu kembali menyeruput kuah tanpa gairah. Andri menarik kursi di depannya tanpa izin. Duduk. Menyilangkan tangan di d**a. “Gue dokter, bukan orang buta. Lo keliatan kayak habis digilas hidup.” Adrian mendengus pelan. “Drama.” “Bullshit,” Andri menggeleng. “Sejak kapan lo makan pedas jam segini? Perut lo aja biasanya manja.” Adrian terdiam. Kuah merah itu beriak pelan saat ia mengaduknya, seolah pikirannya i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN