Bab 55

1287 Kata

Dua minggu adalah waktu terlama yang pernah dilewati Kiara dan Alifa. Selama itu pula, rumah sakit menjadi rumah kedua bagi mereka—tempat harapan dan kecemasan silih berganti datang tanpa aba-aba. Kini, jantung kecil Kiara telah berfungsi dengan baik. Meski begitu, dokter tetap mewanti-wanti agar kontrol dilakukan secara intensif, menjaga agar setiap detaknya tetap dalam pengawasan. Dan hari ini… momen yang sangat dinantikan itu akhirnya tiba. Pagi terasa berbeda. Tidak ada lagi suara monitor yang terus berbunyi, tidak ada suntikan, tidak ada tatapan cemas yang berulang. Kiara tersenyum cerah sambil memeluk boneka kesayangannya, matanya berbinar penuh antusias. “Hari ini kita pulang, Bun?” tanyanya, suaranya lirih namun penuh harap. Alifa mengangguk, matanya berkaca-kaca. Ia mengusa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN