Bab 38. Sulit percaya

1030 Kata

“Kamu baik-baik saja?” Erlangga memegang tangan Kirana dengan erat saat wanita itu mulai sadar. “Kirana, kamu bisa dengar aku?” Erlangga menatap penuh khawatir. Kirana hanya mengangguk samar, sambil memperhatikan sekitar dimana kini ia berada di sebuah ruangan yang bernuansa serba putih. “Kamu pingsan, sekarang kita ada di klinik terdekat.” jelas Erlangga. Kirana menghela lemah dan kembali memejamkan matanya, namun hanya sesaat sebelum akhirnya ia kembali membuka kedua matanya. Ingatannya kembali pada kejadian beberapa waktu lalu, saat ia tengah menunggu Adrian di bawah teriknya matahari. Sejak pagi kondisinya memang sudah tidak stabil, ia merasakan kepalanya berat dan sakit. Keadaan tersebut diperparah dengan obrolannya bersama Erna, wanita yang akhirnya menunjukkan sikap asli yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN