Erlangga menatap Kirana dengan tatapan dalam, sementara wanita itu hanya tersenyum saja. “Ayo, jawab.” desak Kirana yang merasa erlangga tidak juga menjawab pertanyaan terakhirnya “Aku akan menjawabnya, tapi duduk sini.” Erlangga melebarkan kedua kakinya, memberikan ruang tepat di tengah-tengah tubuhnya. Tangan lelaki itu menepuk ruang kosong diantara kedua pahanya. “Duduk di sini, setelahnya aku akan menjawab pertanyaan terakhirku.” “Kenapa?” Kirana mengerutkan kening. “Kenapa harus disana maksudku.” “Kamu ingin mendengar jawabannya bukan? Duduklah, disini.” Kirana menggigit bibir bawah. Sedikit waspada. Posisi seperti itu terlalu rawan, dengan keadaan keuangan sudah cukup lama tidak melakukan hubungan badan.. “Jawab saja,” tolak Kirana. “Bukannya kamu ingin mendengar jawaba

