BAB 63

2163 Kata

Luna mendengarkan setiap kalimat yang Alaric ucapkan tanpa berkata apa-apa. Kesempatan kedua? Alaric meminta kesempatan kedua? Bukankah selama ini kesempatan yang ia berikan sudah lebih daripada cukup? Bahkan bukan hanya kesempatan kedua, tetapi kesempatan ketiga, keempat, dan seterusnya. Luna merasakan perutnya dijalari rasa hangat ketika pelukan Alaric di tubuhnya terasa semakin erat. Dekapan Alaric membuatnya merasa menemukan kembali kenyamanan yang untuk beberapa waktu sempat menghilang. Embusan napas Alaric yang amat terasa di kulit lehernya turut memberi sensasi luar biasa. Luna memang masih merasakan amarah dalam dadanya. Tetapi ia tidak menginginkan pelukan Alaric terlepas. Ia malah menginginkan pelukan itu semakin erat. Tighter and tighter, so that it will make us closer, as cl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN