BAB 36

1635 Kata

“Wah, hujan lagi,” kata Nenek Osawa sambil menatap keluar pintu kaca teras. Keempat orang lainnya yang duduk mengelilingi kotatsu ikut berpaling dan menatap keluar. Aiko bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang dilakukan Takumi saat ini. Sudah lebih dari satu jam berlalu sejak ia mengantar Yuri pulang, kenapa sampai sekarang belum kembali? “Takumi pergi dengan mobilnya?” tanya Kakek Osawa tiba-tiba. “Tidak,” sahut Itsuki, kembali menatap mangkok nasinya yang sudah hampir kosong. “Kurasa dia sudah mengembalikan mobilnya.” “Kurasa dia juga tidak membawa payung,” gumam Nenek Osawa. Lalu ia berpaling kepada Aiko dan tersenyum menghibur. “Mungkin dia terlambat karena hujan ini.” Aiko hanya tersenyum karena ia tidak tahu bagaimana menanggapi kata-kata Nenek Osawa. Apakah kekecewaannya beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN