‘Menurut Paman aku sudah tinggal di Tokyo selama satu bulan terakhir,’ pikir Takumi sambil mengenakan jaket. Tetapi ia tidak ingat apa-apa. Hal terakhir yang diingatnya adalah ia masih berada di apartemennya di New York, galau karena mendengar berita pernikahan Yuri, berpikir sebaiknya ia pergi dari New York untuk sementara waktu. Hanya sampai di situ ingatannya. Tetapi Takumi merasa sepertinya ia punya alasan bagus kenapa selama ini ia tinggal di Tokyo. Pasti ada alasannya. Mungkin alasan awalnya adalah untuk menghindari Yuri juga menjernihkan pikiran, tapi pamannya berkata Takumi pernah menyebut-nyebut soal menetap dan bekerja di Tokyo, bahkan katanya ia berencana mengadakan pameran hasil karyanya. Benarkah? Takumi menghela napas pelan dan memejamkan mata. Kepalanya selalu bertambah sa

