“Kau masih belum mendapat kabar darinya?” tanya Hikari di ujung sana. “Belum,” sahut Aiko dengan nada cemas. Ia memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan. “Kalau Oneesan? Oneesan sempat bertemu dengannya sebelum Oneesan berangkat ke Yokohama?” “Tidak, aku tidak bertemu dengannya,” sahut Hikari. “Tunggu sebentar, biar kutanyakan pada Itsuki.” Hikari menjauh dari telepon dan berseru memanggil adiknya. “Itsuki, apakah kau bertemu dengan Takumi-san sebelum kita datang ke sini?” Aiko bisa mendengar suara Itsuki di latar belakang, tetapi tidak bisa menangkap kata-katanya. “Itsuki juga tidak bertemu dengannya,” kata Hikari kepada Aiko. Aiko menunduk menatap jari kakinya. “Oh, begitu.” “Kau mengkhawatirkannya?” tanya Hikari tiba-tiba. Aiko menarik napas dan mengeluarkannya denga

