Takumi dan Akira duduk berhadapan di salah satu kafe tidak jauh dari rumah sakit tempat Akira bekerja. Akira baru saja selesai menceritakan semua yang diketahuinya tentang peristiwa p*********n terhadap Takumi dan kemungkinan besar bahwa saudara sepupunyalah yang bertanggung jawab. “Aku benar-benar minta maaf,” kata Akira sambil menunduk. Takumi mengerjap, baru pulih dari kekagetannya setelah mendengarkan cerita Akira. Ia mengibaskan tangan dan membantah ringan, “Minta maaf untuk apa? Kau sama sekali tidak bersalah.” “Aku tidak pernah menduga bahwa orang yang menyerangmu ternyata adalah salah satu anggota keluargaku.” “Tetap saja itu bukan kesalahanmu,” kata Takumi, berusaha menenangkan Akira yang terlihat sangat resah. Akira mengangkat wajah menatap Takumi. “Aku juga sudah memberikan

