Nyra penasaran sekali dengan apa yang akan diucapkan oleh Ferrin. Baginya kalimat itu sangat ambigu sekali dan membuatnya sangat ingin tahu apa kelanjutannya. “Dok, apa sebenarnya yang akan kamu katakan?” desak Nyra. Wajah Ferrin tadinya lembut dan tenang kini berubah menegang tanpa sebab. Haruskah dia mengungkapkan isi hatinya sekarang? Bagaimana bila dia ditolak oleh Nyra? Dia takut sekali atas penolakan itu. Dia juga sadar terlebih status mereka di sini adalah seorang dokter dan pasien. Harusnya ada jarak di antara mereka dan ada batas di antara mereka. Tapi desakan itu tak bisa ia abaikan begitu saja. “Nyra...itu, sebenarnya aku su—” Kalimat itu harus terpotong dengan cepat saat suara perawat dari arah lain memanggilnya dengan keras. “Dok, ada pasien kritis yang memerlukan penang

