Kim Dong-Min membaringkan tubuhnya yang sakit ke ranjang di kamar hotelnya dan menyentuh pipi kirinya yang mulai bengkak. Bagaimana mungkin ia bisa pulang ke Seoul besok dengan wajah amburadul seperti ini? Orang-orang pasti akan bertanya. Mereka pasti akan curiga. Apa yang harus dikatakannya pada mereka? Lagi pula apa yang merasuki William malam ini? Dong-Min belum pernah melihat William mengamuk seperti itu sebelumnya. Bel pintu kamarnya berbunyi dan ia mengerang keras. “Oh, sialan. Apa lagi sekarang?” Dengan langkah berat ia berjalan ke pintu dan membukanya. Tubuhnya langsung membeku begitu melihat siapa yang berdiri di luar pintu. “Kau,” gumamnya dengan nada waswas. William Park berdiri di hadapannya dengan wajah marah dan kedua tangan dijejalkan ke saku celananya, berusaha menahan

