"Sabar sebentar, ya, Sayang. Ada kenikmatan setelah ini, saya akan membuat rasa sakitnya sebanding." Pria yang nafasnya terengah itu mencoba menenangkan. Diusapnya pinggang Alin, dikecupnya buah d**a wanita itu sembari berkata kalau semuanya akan baik–baik saja. Alin menghembuskan nafas perlahan, kemudian menarik nafas kembali. Dia sangat tidak terbiasa dengan milik Arman yang besar di dalam tubuhnya, serasa penuh. "Apa masih sakit?" tanya Lendra berbisik tepat di sebelah telinga Ameera. Belum ada jawaban. Tidak separah tadi namun Alin juga belum bisa merasakan kenikmatan sebanding yang Lendra janjikan. "Nikmati, Alin. Aku akan memuaskan kamu. Percayakan pada ku semuanya." Mula–mula gerakan naik turun itu beritme lambat, kemudian semakin cepat dan bertambah cepat. Dengan kasar Arman