Pesan Singkat

1478 Kata

Ponsel itu kembali dingin di tanganku. Tidak ada getaran. Tidak ada notifikasi. Tidak ada lagi tanda-tanda bahwa di belahan bumi lain, seseorang sedang berjuang sekeras aku. aku kembali sendirian. Aku menaruhnya perlahan di samping bantal, seolah takut suara kecil apa pun bisa merobohkan dinding ketegaran yang sejak tadi kupaksa berdiri. Lampu kamar penginapan menyala kekuningan, redup dan murahan, jauh dari cahaya rumah dinas yang selama ini menjadi tempatku pulang, atau setidaknya, tempatku berpura-pura punya rumah. Maklum saja, penginapan ini adalah yang termurah yang pernah aku tanya. Aku menarik selimut sampai d**a. Nafasku berat. Bukan karena tangis, tapi karena pikiranku tidak berhenti bekerja. Otakku terlalu berisik membuatku sulit sekedar memejamkan mata. Tiga hari. Itu batas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN