Putusan Sidang

2430 Kata

Ketukan palu hakim itu terdengar pendek tapi tegas dan efeknya panjang. "Dengan ini, pengadilan memutuskan... perceraian antara penggugat dan tergugat sah secara hukum." Aku tidak langsung berdiri. Tidak juga menangis. Tanganku justru terasa mati rasa, seperti bukan milikku sendiri. Sah. Satu kata yang mengakhiri segalanya, dan sekaligus membuka pintu neraka yang baru. Aku menelan ludah dan menundukkan kepala dengan mata terpejam, berusaha memeluk diriku sendiri agar aku tetap kuat dan tidak rapuh dalam menghadapi semua cobaan yang akan aku jalani dalam hidupku. Ya, aku datang dan duduk sendirian, tidak ada yang menemaniku sama sekali. Mas Alvin sejak pamit mau ke pusat belum ada kabar sampai saat ini. Ingin rasanya aku bersandar karnea kaki ku terasa lemas untuk sekedar berdiri, sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN