Di Mobil

2208 Kata

Mas Alvin menggenggam tanganku semakin erat. Terlalu erat. Seolah kalau dia melonggarkan sedikit saja, aku akan lenyap. "Papa," suaranya terdengar lebih rendah dari biasanya, tapi justru penuh tekanan. "Kalau Papa memaksa dengan cara-cara yang tidak adil, Papa bukan sedang menjaga nama baik keluarga. Papa sedang menghancurkan anak Papa sendiri." Suasana langsung membeku. Terlihat jelas wajah adik-adiknya menegang seolah tak percaya jika mas Alvin akan berkata begitu, seolah menekan ayah mereka hanya demi seorang aku. Aku melirik ke arah ibu Mas Alvin yang tampak menarik nafas perlahan. Kalau sampai mereka berselisih paham hari ini apalagi terjadi perdebatan sengit, emreka pasti menyalahkan aku sebagai biang kerok dari keributan yang sudah buat abang mereka berani melawan ayah mereka send

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN