Malam itu, aku kembali ke kamar dan mengenakan pakaian lalu tidur di lantai dengan beralaskan sprey. Awalnya semua baik-baik saja, tapi lama-kelamaan, udara malam kan menusuk membuatku tanpa sadar terjaga tengah malam. Entah karena dingin, atau karena suara berisik dari atas ranjang. "Ahhh! Iya, Sayang. Mas pengen banget punya kamu langsung...mas kangen banget..." bisiknya sambil membelai milik mas Reza yang memang lebih kecil ukurannya dari mas Alvin yang sangat gagah dan kokoh dengan urat yang tegas. "Mass....adek pengen gaya baru, besok beliin adek baju tidur seksi ya, biar adek pakai dan praktek langsung depan mas..." suara manja mba Fitri membuatku menelan ludah, aku mengatur nafasku mendengar desahan demi desahan mereka melalui ponsel. Aku menggeser posisi tidur dan melihat ke arah

