"Mas, aku harus pulang kampung, jadi jangan banyak komunikasi ya?" Sebuah pesan singkat cepat-cepat aku kiirm ke mas Alvin. Maksud ku adalah, sekalipun aku dan mas Reza nantinya bercerai, tapi jangan sampai kesalahan itu datangnya dari aku, karnea aku gak mau namaku jelek, itulah egoisnya aku. Meski ke egoisan ku juga bermula dari mas Reza yang tidak pernah menganggapku sebagai seorang istri dan memperlakukan ku sebagai istrinya. "Pokoknya awas kamu sampai sentuhan sama manusia gak tahu diri itu. Mas patahkan tangannya nanti, lihatlah." Sebuah pesan singkat membuatku menelan ludah. Seketika aku menjeda aktivitasku yang sedang memoles tipis wajahku di depan cermin di tanganku. Dengan cepat aku mematikan nada dering ponselku. Meski mustahil mas Reza akan bertanya, tapi setidaknya aku harus

