“Aku tidak bermaksud membahas siapa pun, Mas. Hanya saja saat ini sudah berbeda dari tujuh tahun lalu. Dulu aku masih terlalu muda dan naif. Tapi sekarang, aku sudha dewasa umurku sudah hampir kepala tiga dan aku tidak mungkin terus begini. Aku juga ingin hidup tenang, Mas…” jawabku lagi sambil menarik selimut. “Fira, aku tahu di hati kamu masih ada aku. Jadi, berhenti untuk bahas tentang ke dewasaan. Kamu tinggalkan pria itu dan ayo kita mulai bersama lagi. Aku juga tahu Leonel itu anak kandung aku. Jadi, sudahlah…” jawab mas Alvin terlalu yakin sampai membuatku bingung bagaimana nanti menyembunyikan Leonel puteraku dari kejaran rasa penasaran mas Alvin. “Maaf, Mas. Jalan yang kita tempuh sudah berbeda. Aku sudha menikah dengan pria lain dan kamu juga akna menikah, Mas.” “Stop berkilah

