Aku tahu ada yang salah sejak pesan singkat yang di kirim mas Alvin waktu itu. Bukan karena kata-katanya yang keras, justru karena nadanya terlalu tenang. Aku menghela nafas panjang dan duduk menatap kejauhan. Di saat aku baru saja mau beranjak tiba-tiba pesan singkat masuk. Terpaksa aku kembali duduk “Aku mau Kita bertemu. Bawa Leonel juga. Ini permintaanku terakhir kali nya untuk kita bicara baik-baik. Aku tidak akan mengulang permintaan ini, Syafira. Kamu paling tahu aku bagaimana.” Pesan singkat yang membuat dadaku langsung mengencang bak ingin meledak. Aku membaca pesan itu berulang kali, seolah berharap ada kalimat lain yang menyusul. Penjelasan. Alasan. Atau sekadar tanda bahwa dia masih punya batas. Ternyata tidak ada. "Mas..." gumamku pelan sambil menatap punggung Mas Haris ya

