Bab 43. Jerat yang Mengencang Kesunyian yang begitu menggigit. Seluruh tubuh Elara tegang, telinganya menyaring setiap desau kecil dari balik pintu kamar Luca. “Jangan lepaskan.” Dua kata itu berputar-putar di kepalanya, menjadi sebuah peringatan yang menggumpal jadi rasa takut nyata. Ia bukan lagi pemburu yang bersembunyi. Ia adalah buruan yang dikurung dalam sangkar besi. Elara memutar otak agar semuanya berjalan seperti yang ia mau. Pelan-pelan, ia bangkit dari kasur, memastikan Rafael masih tertidur pulas. Napasnya teratur, namun kerut di dahinya menandakan mimpi buruk yang tak berkesudahan. Ia harus menemukan jawaban. Sebelum Luca memutuskan untuk bertindak lebih jauh. Telepon burner pemberian Rio saat di gudang 7 digenggamannya terasa berat. Ia menyelinap ke sudut paling gelap di

